TUMBAL
Buku ini mewakili jerit kaum tertindas yang tak bisa menjerit, meskipun sepanjang kurun sejarah, sejak zaman Raja-raja hingga kita merdeka, mereka tetap memainkan peran sebagai “tumbal”. Adegan di atas panggung politik dan kebudayaan kita, dengan kata lain tidak pernah berganti dan peran-peran di sana, dengan sendirinya tak juga berubah: siapa lemah mudah disepak. Dalam situasi seperti ini, siapa yang harus menyampaikan semua kesaksian tersebut kalau bukan para ‘pinandita’ macam Romo Mangun?
| G01048P | 398.2 MAN t | My Library (Rak 300) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain